Total Tayangan Halaman

Senin, 02 Juni 2014

Senja di Sana

Dan bertahun lalu terus saja berlalu
Seolah-olah saja mengerajin diri
Aku ingat saat awal kita berjumpa
Kecanggungan menciptakan suasana sepi berkepanjangan
Malam itu sepulang berjalan diam
Aku bercerita panjang lebar tentangmu kepada mereka
Iya, aku seperti anak kecil yang mendapat hadiah mainan barbie baru
Mereka menatapku bahagia seketika
Mereka memelukku erat sembari berkata
“ semoga kalian berdua jodoh”
Aku pun menikmati pekan demi pekan
Tuk merajut hubungan kita
Angan dan harapan membumbung tinggi
Laksana mengudara ke langit bebas
Tanpa aku sadari permainanmu
Laksana senja yang datang lalu pergi lagi
Hingga saat itu waktu menjawab siapa dirimu?
Aku hanya mampu mengeksekusi hatiku
Entah sabar atau merasa hambar
Entah cinta atau dusta
Tapi yang aku dapatkan tak seperti yang aku persembahkan
Aku bunga dan kelopak indahku telah gugur
Jatuh kebumi dan kemudian ikerna
Air mataku
Iya air mataku mana?
Ia kering dan kerontang
Karena hati ini terlalu sakit
Tuhan pun menjadi kepulanganku
Benar kau senja yang semakin temaram
Sekarang rasa yang kita agung-agungkan
Menjadi kandas dan iker sirna sesaat
Kau lebih dari kejam
Kini aku tahu semua janjimu palsu
Aku jadi tahu tak seharusnya rasa ini ada
Dan senja menggamitku
Sambil tersenyum manja
“ kau masih belum bisa bersamanya”
Cinta ini ku genggam, namun harus segera aku lepaskan.


Tidak ada komentar: