Dan bertahun lalu terus
saja berlalu
Seolah-olah saja
mengerajin diri
Aku ingat saat awal kita
berjumpa
Kecanggungan menciptakan
suasana sepi berkepanjangan
Malam itu sepulang
berjalan diam
Aku bercerita panjang
lebar tentangmu kepada mereka
Iya, aku seperti anak
kecil yang mendapat hadiah mainan barbie baru
Mereka menatapku bahagia
seketika
Mereka memelukku erat
sembari berkata
“ semoga kalian berdua
jodoh”
Aku pun menikmati pekan
demi pekan
Tuk merajut hubungan kita
Angan dan harapan
membumbung tinggi
Laksana mengudara ke
langit bebas
Tanpa aku sadari
permainanmu
Laksana senja yang datang
lalu pergi lagi
Hingga saat itu waktu
menjawab siapa dirimu?
Aku hanya mampu
mengeksekusi hatiku
Entah sabar atau merasa
hambar
Entah cinta atau dusta
Tapi yang aku dapatkan
tak seperti yang aku persembahkan
Aku bunga dan kelopak
indahku telah gugur
Jatuh kebumi dan kemudian
ikerna
Air mataku
Iya air mataku mana?
Ia kering dan kerontang
Karena hati ini terlalu
sakit
Tuhan pun menjadi
kepulanganku
Benar kau senja yang
semakin temaram
Sekarang rasa yang kita
agung-agungkan
Menjadi kandas dan iker
sirna sesaat
Kau lebih dari kejam
Kini aku tahu semua
janjimu palsu
Aku jadi tahu tak
seharusnya rasa ini ada
Dan senja menggamitku
Sambil tersenyum manja
“ kau masih belum bisa
bersamanya”
Cinta ini ku genggam,
namun harus segera aku lepaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar