Pagi
Menyapa senyap linglung
disela titik mentari
Menyembah semu langit
tanpa tepi
Andai kisah tak beranjak
Andai peraduan tak
berdalih
Sejuta andai tanpa
peduli ini
Pagi
Meratapi kesendirian
tiada kawan
Kasihku mengenang hampa
berkisah
Entaah dimana hatimu
yang indah dulu
Tiadakah aku kan bisa
memilikinya
Untuk cintaku yang tak
bernyawa
Luka menganga bekas
tergores dulu
Aku tak mampu
Aku tak bisa
Aku tak ingin mengulang
rasa sakit kesekian kalinya
Pagi
Hampaku tak pernah
hilang
Ia menjamah pemukiman ragaku
Mereguk secawan anggur
perak
Sepotong daging domba
asap
Ku tahu ini hanya
gurauan para penikmat malam
Pergi dan jangan pernah
kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar