Total Tayangan Halaman

Jumat, 07 Oktober 2011

Hampa


Pagi
Menyapa senyap linglung disela titik mentari
Menyembah semu langit tanpa tepi
Andai kisah tak beranjak
Andai peraduan tak berdalih
Sejuta andai tanpa peduli ini

Pagi
Meratapi kesendirian tiada kawan
Kasihku mengenang hampa berkisah
Entaah dimana hatimu yang indah dulu
Tiadakah aku kan bisa memilikinya
Untuk cintaku yang tak bernyawa
Luka menganga bekas tergores dulu
Aku tak mampu
Aku tak bisa
Aku tak ingin mengulang rasa sakit kesekian kalinya

Pagi
Hampaku tak pernah hilang
Ia menjamah pemukiman ragaku
Mereguk secawan anggur perak
Sepotong daging domba asap
Ku tahu ini hanya gurauan para penikmat malam
Pergi dan jangan pernah kembali.

Tidak ada komentar: