Apa suratku sudah kau sampaikan??
Tap
tap
tap
langkah
kaki itu menghampiriku.
Perlahan tapi pasti tangan itu menyentuh
pundakku.
Apa kau sudah sampaikan pesanku.
Tiada tulisan tiada
komentar.
Sesuai dengan judul.
Aku tak suka mengutip tapi itu
sesuai jurusan otakku.
Cerita q tak bermutu
hah. . BulsyitTt
memangnya aku buTuh komentarmu.
MaAf, tidak terima kasih.
Tulisan
saia
cerita saia
sebenarnya apa urusan anda.
Usahlah mengacau
balaukan hidup saia ini.
Karna sudah terlalu semrawut.
Terimakasih
partisipasinya bu.
Terimakasih atas rasa peduli yang over pak.
Saia
ga butuh tapi, maaf cari muka jangan dihadapan saia.
Bawa rayumu
dalam nikmatnya selangkang wanita jalang.
Bawa cintamu pada
pengobral kasur rel kereta.
Bawa rindumu pada pezinah pecinta neraka.
Saia
tak suka. . Jauh dan menjauhlah. .
Malumu telah kau kuburkan.
Aku
pergi tak mau menoleh lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar