Mimpi malam bergelak sumbar
Hati bersauh pada perantara angan
Kudekap sinar dibalik labirin
Resah mengental berjejal
Lenggok lekuk bentuk garis
Konkrit dan abstrak
Pada secarik buram abu
Torehan nanah kanvas
Mengalir berputar diubun papan
Merah , coklat berdarah oral
Diremas sadis pezinah kanvas
Menuri titik penghubung menjadi
riil
Didekap, direngkuh dalam pelukan
imajinasinya
Dikecup penuh cinta tepat
dibibirnya
Ranum bagai mawar yang hendak
mekar
Argh..gairah merasuk jiwa
Selimuti kawah hasrat yang
menggila
Dipoles sedemikian rupa
Duh..elok bentuknya menggugah
sukma
Menggetarkan naluri tanpa jeda
Maka dikecup lagi lebih mesra
Menawarkan secangkir asmara sang
pezinah kanvas
Pada pikirnya yang
melanglangbuana
Merayu segenap pecinta dari yang
lebih cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar