Total Tayangan Halaman

Sabtu, 08 Oktober 2011

Pezinah Kanvas

Mimpi malam bergelak sumbar
Hati bersauh pada perantara angan
Kudekap sinar dibalik labirin
Resah mengental berjejal
Lenggok lekuk bentuk garis
Konkrit dan abstrak
Pada secarik buram abu
Torehan nanah kanvas
Mengalir berputar diubun papan
Merah , coklat berdarah oral
Diremas sadis pezinah kanvas
Menuri titik penghubung menjadi riil
Didekap, direngkuh dalam pelukan imajinasinya
Dikecup penuh cinta tepat dibibirnya
Ranum bagai mawar yang hendak mekar
Argh..gairah merasuk jiwa
Selimuti kawah hasrat yang menggila
Dipoles sedemikian rupa
Duh..elok bentuknya menggugah sukma
Menggetarkan naluri tanpa jeda
Maka dikecup lagi lebih mesra
Menawarkan secangkir asmara sang pezinah kanvas
Pada pikirnya yang melanglangbuana
Merayu segenap pecinta dari yang lebih cinta.

Tidak ada komentar: