Total Tayangan Halaman

Sabtu, 08 Oktober 2011

Temaram Jiwa

Malam menghias bias rembulan
Awan berderap menyusun makna
Ku peluk kehampaanku tanpamu sobat
Wajahmu nan ayu memoles sepiku
Kerinduan akan kisah kecil kita
Dimana saat tertawa menggema bersama
Mentari tlah kembali ke peraduan
Tapi kita masih asyik bercanda
Masa kecil yang dirindukan
Masa kecil yang dinanti
Pada kelindukan hari
Aku dan aku harus berpisah
Temaram berbias mesra penuh romantisme rasa
Senantiasa senandungkan langkah
Tentang kemarin , esok , lusa bahkan seterusnya
Sejengkal lelah diufuk bumi
Tujuh gugus bintang bersembunyi dipunggung bulan
Seutas tali mengikat leher ku,
Mencekik raga yang terlunta
Lembaran demi lembaran terukir bait alibi sang perindu
Diselaksa ubun senja nan temaram
Ingatkah engkau tentang kisah kita
Kisah anak-anak manis berseloroh manja
Seperti itulah dikala kita mengenang masa lalu
Sampai detik ini persahabatan kita tak akan pernah lekang
Biarkan apa kata perempuanmu
Biarakan apa kata lelakimu
Karena kita adalah sahabat
Dan hanya sahabat.

Tidak ada komentar: