Malam menghias bias rembulan
Awan berderap menyusun makna
Ku peluk kehampaanku tanpamu
sobat
Wajahmu nan ayu memoles sepiku
Kerinduan akan kisah kecil kita
Dimana saat tertawa menggema
bersama
Mentari tlah kembali ke peraduan
Tapi kita masih asyik bercanda
Masa kecil yang
dirindukan
Masa kecil yang
dinanti
Pada kelindukan
hari
Aku dan aku
harus berpisah
Temaram berbias
mesra penuh romantisme rasa
Senantiasa
senandungkan langkah
Tentang kemarin
, esok , lusa bahkan seterusnya
Sejengkal lelah
diufuk bumi
Tujuh gugus
bintang bersembunyi dipunggung bulan
Seutas tali
mengikat leher ku,
Mencekik raga
yang terlunta
Lembaran demi
lembaran terukir bait alibi sang perindu
Diselaksa ubun
senja nan temaram
Ingatkah engkau
tentang kisah kita
Kisah anak-anak
manis berseloroh manja
Seperti itulah
dikala kita mengenang masa lalu
Sampai detik ini
persahabatan kita tak akan pernah lekang
Biarkan apa kata
perempuanmu
Biarakan apa
kata lelakimu
Karena kita
adalah sahabat
Dan hanya
sahabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar