Terkadang aku cuma bertanya apa aku yakin Tuhan memilihnya pada saat
seperti ini.
Dan jawaban yang q temukan adalah tentunya aku harus
percaya pada pilihanku.
Seperti nya engkau belum jua pahami
maksud q.
Mengertilah "aku mencintaimu sampai nanti"
dengarlah
tiada lain harapku selain bahagiakanmu.
Memadu kasìh dibidikan
rembulan.
Aku bukanlah wanita romantis.
Aku pun bukan wanita
puitis.
Pertemuan cinta kita pada ruang beranda,profil,teman dan
inbox.
Bersuka ria berkomentar sesuka jiwa.
Hingga kata
merasuk menjadi cinta.
Getarnya membangunkan bibit asmara.
Menggenanglah
sajak berfilosofi tentang kerinduan.
Masih terdengar merdu gesekan
daun perdu.
Merayu memasang wajah ayu.
Kuhabiskan hidupku
dipelataran perjanjian.
Sehingga kita temukan tempat persinggahan
cinta ini.
Mempersembahkan segala rasa padamu.
Sampai detik nanti
nyawa berpaling dari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar